565 × 318 - hollywoodreporter.com

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Senin, 18 Maret 2013

PT Inka Bangun 40 Lokomotif KAI


Kereta Rel Listrik (KRL) Ciliwung, hasil karya anak bangsa PT INKA. Foto: Portal ID/gora kunjana
JAKARTA - PT Industri Kereta Api (Inka) Persero berencana mengerjakan 40 lokomotif tahun depan. Proyek tersebut diperoleh dari General Electric yang berhasil memenangi tender 100 lokomotif dari PT Kereta Api Indonesia Persero.

"Memang GE yang memenangi tender 100 lokomotif. Nah, 60 lokomotif dikerjakan di Amerika Serikat dan 40 lokomotif lagi dikerjakan di Indonesia (Inka)," kata Direktur Utama PT Inka Roos Diatmoko di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, peran PT Inka adalah sebagai sub kontraktor General Electric (GE). Saat ini, perseroan tengah melakukan negosiasi dengan GE terkait harga pengerjaan lokomotif hingga jadwal. "Maksudnya, biar pengerjaannya serempak dilakukan dan tepat waktu," ungkapnya.

Roos juga menceritakan bahwa sebelumnya perseroan ditunjuk untuk mengerjakan pembuatan lokomotif tersebut. Namun, karena waktu pengerjaannya sempit sehingga urung dilakukan.

Untuk diketahui, PT KAI menetapkan pabrikan lokomotif AS, GE, sebagai pemenang tender 100 lokomotif untuk memperkuat angkutan barang PT KAI di Pulau Sumatera. Kontrak ini diperkirakan senilai Rp 4 triliun.

Selain proyek dari GE, perseroan mendapatkan kepercayaan untuk membuat 18 bus gandeng untuk busway oleh Dinas Perhubungan DKI. Nilai satu bus ini diperkirakan Rp 3,7 miliar. Nantinya, bus ini sebagai cadangan untuk armada busway.

PT Inka juga tengah mengikuti masa prakualifikasi pengerjaan 76 bus gandeng untuk busway. PT Inka bersinergi dengan Perum Damri, sebagai operator bus. Tender ini dilakukan oleh Badan Layanan Umum (BLU) Trans Jakarta.

"Kami mengharapkan dengan adanya berbagai proyek itu, tahun ini kami harapkan break event point, dibandingkan tahun lalu yang merugi," urainya.

Ia optimistis hingga akhir tahun ini, perseroan dapat mengantongi pendapatan sekitar Rp 730 miliar, meningkat dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 721 miliar. (tk/ant)