565 × 318 - hollywoodreporter.com

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Rabu, 27 Maret 2013

Bebas Utang Rp 4 T, PTDI Genjot Produksi Pesawat Made In Bandung


Langkawi - Setelah seluruh utangnya Rp 4 triliun diputihkan negara, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kembali menggenjot produksi pesawat dari pabriknya di Bandung. Tahun lalu, BUMN produsen pesawat ini berhasil mendapatkan pemasukan Rp 1 triliun.

"Dulu PTDI banyak tersandung utang-utang dari sisa-sisa kepemimpinan manajemen lama. Akibat utang yang banyak, PTDI sudah mendapatkan pinjaman dari bank, akibatnya tidak ada biaya untuk produksi pesawat, bahkan gajian pun susah," ujar Direktur Utama PTDI Budi Santoso di sela The 12th Langkawi International Maritime & Aerospace Exhibition (LIMA 2013), Langkawi, Malaysia, Selasa (26/3/2013).

Dikatakan Budi, setelah utang-utangnya diputihkan, PTDI bisa kembali meminjam modal dari bank, saat ini juga mendapat modal kerja dari pemerintah Rp 1,4 triliun dari Rp 2,2 triliun yang disetujui pemerintah.

"Sekarang kita akan genjot penjualan pesawat, kita yakin kita bisa unggul di Asia Pasifik," ucapnya.

Diakui Budi, memang saat ini cukup banyak sekali pesaing di industri pesawat terbang, dan PTDI mengakui untuk bisa bersaing di pesawat sipil cukup sulit.

"Selain pesaingnya banyak, brand (merek) PTDI di pesawat sipil kurang baik, apalagi melawan Airbus, Boeing. Namun di mata militer, PTDI jempolan, dan punya nama besar," ucapnya.

Saat ini di pameran tersebut, PTDI memamerkan berbagai pesawat buatan anak bangsa ini, di antaranya CN295, CN235, C212-400, dan CN235 ASW.

"Dan banyak yang berminat, terutama Malaysia, Filipina, UEA (Uni Emirat Arab)," tandas Budi.